Dalam beberapa tahun terakhir, minuman manis menjadi salah satu kontributor utama penjualan di bisnis kafe dan F&B. Namun memasuki 2025, preferensi konsumen terhadap rasa manis mulai berubah. Tidak lagi sekadar “manis enak”, konsumen kini semakin sadar akan komposisi, intensitas rasa, dan dampaknya terhadap pengalaman minum secara keseluruhan.
Perubahan ini tidak berhenti di 2025. Justru, tren yang muncul tahun ini menjadi fondasi penting untuk memprediksi arah industri minuman di 2026.
Pergeseran di 2025: Manis yang Lebih Terkontrol
Di 2025, konsumen mulai menunjukkan pola yang cukup konsisten:
-
Manis tidak lagi dominan, tetapi menjadi penyeimbang rasa
-
Preferensi bergeser ke less sweet, balanced, atau adjustable sweetness
-
Konsumen lebih terbuka pada rasa kompleks seperti fruity, floral, atau creamy tanpa rasa manis berlebihan
Bagi kafe, ini terlihat dari meningkatnya permintaan:
-
Pengurangan takaran sirup
-
Opsi less sugar
-
Menu non-kopi dengan profil rasa lebih ringan
Sirup dan bahan baku tidak lagi dipilih karena “paling manis” atau “paling kuat”, tetapi karena kemampuannya membangun rasa yang konsisten tanpa berlebihan.
Forecast 2026: Dari Less Sugar ke Smart Sweetness
Memasuki 2026, perubahan ini diprediksi akan berkembang ke tahap berikutnya: smart sweetness.
Manis tidak akan hilang, tetapi akan:
-
Lebih presisi
-
Lebih fleksibel
-
Lebih terintegrasi dengan konsep menu dan brand
Konsumen tidak hanya bertanya “manis atau tidak”, tetapi mulai peduli:
-
Apakah rasa manisnya menutupi rasa utama
-
Apakah aftertaste terasa bersih
-
Apakah minuman terasa ringan untuk dikonsumsi berulang
Ini membuat bahan baku minuman, khususnya sirup, memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas pengalaman minum.
Dampak Langsung ke Strategi Menu Kafe
Di 2026, kafe yang bertahan bukan yang punya menu paling banyak, tetapi yang:
-
Mampu mengontrol rasa secara konsisten
-
Mudah menyesuaikan tingkat kemanisan tanpa mengubah resep besar
-
Menggunakan bahan baku yang stabil dan mudah distandardisasi
Menu minuman diprediksi akan:
-
Lebih modular (satu sirup untuk beberapa varian minuman)
-
Lebih fokus pada rasa utama, bukan gula
-
Lebih mudah disesuaikan dengan preferensi personal konsumen
Di sinilah pemilihan sirup dan bahan baku menjadi keputusan bisnis, bukan sekadar keputusan dapur.
Peran Sirup di Era Forecast 2026
Sirup di 2026 tidak lagi hanya berfungsi sebagai pemanis, tetapi sebagai:
-
Flavor builder, bukan sugar booster
-
Alat untuk menjaga konsistensi rasa antar cabang
-
Solusi efisiensi operasional di jam sibuk
Sirup dengan profil rasa seimbang memungkinkan barista:
-
Mengurangi trial & error
-
Menjaga kualitas meski volume pesanan tinggi
-
Menghadirkan rasa yang sama meski takaran disesuaikan
Bagi brand kafe, ini berarti pengalaman pelanggan yang lebih stabil dan repeat order yang lebih tinggi.
Implikasi Bisnis untuk Pelaku F&B
Jika melihat tren dari 2025 menuju 2026, ada tiga implikasi besar:
-
Konsistensi rasa akan lebih penting daripada inovasi ekstrem
-
Bahan baku yang fleksibel akan mengalahkan bahan baku yang terlalu spesifik
-
Manis yang terkendali menjadi standar baru, bukan fitur tambahan
Kafe yang gagal beradaptasi berisiko kehilangan relevansi, terutama di segmen konsumen urban yang semakin sadar rasa dan kualitas.
Perubahan preferensi konsumen terhadap minuman manis di 2025 hanyalah awal. Di 2026, industri minuman akan bergerak menuju pendekatan yang lebih cerdas, seimbang, dan terukur.
Bagi pelaku bisnis kafe, memahami arah ini sejak sekarang memberi keuntungan besar dalam menyusun menu, memilih bahan baku, dan menjaga konsistensi rasa di tengah persaingan yang semakin ketat.