Matcha vs green tea sering menjadi topik yang membingungkan, terutama bagi orang yang baru mulai mengenal berbagai jenis teh. Keduanya memang berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis, tetapi matcha dan green tea memiliki proses pengolahan, bentuk penyajian, karakter rasa, serta cara penggunaan yang berbeda.
Perbedaan tersebut membuat keduanya memberikan pengalaman yang berbeda ketika digunakan sebagai bahan minuman. Karena itu, memahami perbedaan matcha dan green tea dapat membantu kamu menentukan jenis teh yang lebih sesuai dengan minuman yang ingin dibuat.
Apakah Matcha dan Green Tea Itu Sama?
Secara sederhana, matcha merupakan salah satu jenis teh hijau, tetapi green tea tidak selalu merupakan matcha.
Green tea biasanya disajikan dengan cara menyeduh daun teh yang telah dikeringkan, kemudian daun tersebut dipisahkan dari air sebelum diminum. Sementara itu, matcha berbentuk bubuk halus yang dibuat melalui proses pengolahan khusus dan dikonsumsi bersama air setelah dilarutkan atau dikocok.
ISO juga memiliki dokumen khusus yang menjelaskan karakteristik matcha berdasarkan sumber tanaman, proses budidaya, pengolahan, hingga karakteristik sensorinya.
Jadi, meskipun keduanya masih berada dalam keluarga teh hijau, cara menghasilkan dan menikmatinya berbeda.
Perbedaan Matcha dan Green Tea dari Bentuknya
Perbedaan paling mudah dilihat adalah bentuk akhirnya.
Green tea umumnya hadir dalam bentuk daun teh kering atau tea bag. Ketika diseduh, air akan mengekstraksi komponen dari daun teh dan menghasilkan minuman berwarna hijau atau kuning kehijauan.
Sedangkan matcha berbentuk bubuk hijau yang sangat halus. Bubuk tersebut dicampurkan langsung dengan air sehingga tidak ada proses membuang daun setelah penyeduhan.
Perbedaan bentuk ini kemudian memengaruhi cara keduanya digunakan dalam minuman.
Matcha vs Green Tea dari Cara Pengolahannya
Proses pengolahan merupakan salah satu hal penting yang membedakan matcha dengan green tea biasa.
Pada green tea, daun teh diproses dan dikeringkan sebelum digunakan untuk seduhan. Sementara matcha melalui proses yang lebih spesifik sebelum akhirnya digiling menjadi bubuk halus. Salah satu karakteristik produksi matcha adalah penggunaan daun yang diproses dengan metode tertentu sebelum digiling.
Karena prosesnya berbeda, matcha memiliki karakteristik visual dan sensorial yang khas dibandingkan seduhan green tea pada umumnya.
Perbedaan Rasa Matcha dan Green Tea
Kalau dilihat dari rasanya, matcha vs green tea juga memberikan pengalaman yang cukup berbeda.
Green tea umumnya terasa lebih ringan karena yang diminum adalah hasil ekstraksi dari daun teh. Karakternya dapat terasa fresh, grassy, atau sedikit astringent tergantung jenis dan cara penyeduhannya.
Matcha memiliki rasa yang lebih intens karena bubuk teh dikonsumsi secara utuh. Profil rasanya dapat memberikan karakter vegetal atau grassy, dengan sensasi umami dan tingkat astringency yang berbeda berdasarkan kualitas dan pengolahannya.
Karakter rasa matcha juga membuatnya lebih mudah dikenali ketika digunakan sebagai bagian dari minuman seperti latte atau blended beverage.
Perbedaan Warna dan Tekstur
Dari sisi visual, matcha biasanya memiliki warna hijau yang lebih pekat dan tampilan yang lebih opaque ketika dilarutkan. Teksturnya juga dapat terasa lebih creamy atau full-bodied dibandingkan seduhan green tea.
Sementara itu, green tea yang diseduh biasanya menghasilkan minuman yang lebih translucent dengan tekstur yang lebih ringan.
Perbedaan ini membuat matcha sangat menarik untuk digunakan pada minuman yang mengutamakan visual sekaligus karakter rasa.
Matcha dan Green Tea Digunakan untuk Minuman yang Berbeda
Perbedaan karakter tersebut membuat keduanya memiliki penggunaan yang berbeda.
Green tea lebih umum digunakan sebagai:
- Teh seduh
- Iced tea
- Tea-based beverage
- Minuman dengan rasa teh yang ringan
Sementara matcha lebih fleksibel untuk aplikasi yang membutuhkan karakter rasa dan warna yang lebih kuat, seperti:
- Matcha latte
- Iced matcha
- Matcha frappe
- Smoothies
- Dessert beverage
Karena matcha hadir dalam bentuk bubuk, bahan ini juga lebih mudah dikombinasikan dengan susu, sweetener, syrup, atau bahan lain dalam pengembangan minuman.
Mana yang Lebih Cocok untuk Matcha Latte?
Untuk minuman seperti matcha latte, penggunaan matcha memberikan karakter yang lebih sesuai karena bubuknya dapat langsung dikombinasikan dengan susu.
Delifru sendiri memiliki dua pilihan matcha, yaitu Delifru Matcha Ceremonial dan Delifru Matcha Premium, yang memiliki tujuan penggunaan berbeda. Matcha Ceremonial lebih ditujukan untuk penyajian yang menonjolkan karakter matcha, sedangkan Matcha Premium lebih fleksibel untuk minuman campuran seperti latte dan frappe.
Kamu bisa melihat pilihan produknya melalui Delifru Ceremonial Matcha Powder dan Delifru Premium Matcha Powder.
Jadi, Matcha vs Green Tea Mana yang Dipilih?
Tidak ada pilihan yang secara otomatis lebih baik karena keduanya memiliki karakter dan tujuan penggunaan yang berbeda.
Jika ingin menikmati teh dalam bentuk seduhan yang ringan, green tea dapat menjadi pilihan yang sesuai. Sementara jika ingin mendapatkan rasa, warna, dan karakter teh yang lebih intens serta menggunakannya sebagai bahan dalam berbagai kreasi minuman, matcha memberikan fleksibilitas yang lebih besar.
Memahami perbedaan matcha vs green tea pada akhirnya akan membantu kamu memilih bahan yang tepat berdasarkan jenis minuman yang ingin dibuat, bukan hanya berdasarkan nama atau tampilan produknya.
Bagi kamu yang ingin mengeksplorasi matcha untuk minuman di rumah maupun berbagai kreasi beverage, pilihan matcha juga dapat disesuaikan dengan cara penyajian dan karakter rasa yang diinginkan. Delifru Matcha Ceremonial dapat digunakan ketika karakter matcha ingin lebih ditonjolkan, sementara Delifru Matcha Premium dapat menjadi pilihan untuk minuman yang menggunakan susu atau bahan tambahan lainnya.