SOLM Forte vs SOLM Torino, Apa Bedanya?
Memilih coffee machine untuk di rumah bisa menjadi semakin menarik ketika kamu sudah mengetahui kebutuhan dasar dan mulai membandingkan model yang tersedia.
Dua pilihan yang memiliki pendekatan berbeda adalah SOLM Forte dan SOLM Torino.
Keduanya sama-sama dirancang untuk membuat espresso, tetapi konfigurasi mesinnya berbeda. Perbedaan tersebut terutama terlihat dari sistem pemanas, grinder, dan sistem pompa yang digunakan.
Karena itu, membandingkan keduanya bukan sekadar melihat mana yang memiliki lebih banyak fitur. Yang lebih penting adalah memahami bagaimana perbedaan tersebut memengaruhi workflow kamu sebagai home barista.
Perbedaan SOLM Forte dan SOLM Torino
Secara spesifikasi, keduanya memiliki beberapa kesamaan, seperti portafilter 58mm dan tekanan 9 bar. Namun, terdapat perbedaan penting pada konfigurasi mesin.
| Fitur | SOLM Forte | SOLM Torino |
|---|---|---|
| Sistem pemanas | PID Dual Boiler | Dual Thermoblock |
| Grinder | Tidak terintegrasi | Built-in Grinder |
| Pump | Rotary Pump | — |
| Portafilter | 58mm | 58mm |
| Pressure | 9 bar | 9 bar |
| PID | ✓ | ✓ |
Konfigurasi tersebut membuat keduanya memiliki pendekatan yang berbeda untuk pengguna rumahan.
SOLM Torino menggabungkan coffee machine dengan grinder dalam satu perangkat, sementara SOLM Forte menggunakan konfigurasi dual boiler dengan rotary pump.
SOLM Torino: Setup yang Lebih Terintegrasi
Salah satu karakteristik utama SOLM Torino adalah built-in grinder.
Artinya, kamu tidak perlu menyediakan grinder terpisah untuk membangun setup espresso dasar.
Ini dapat menjadi pertimbangan bagi pengguna yang ingin menjaga coffee corner tetap lebih sederhana.
Selain built-in grinder, SOLM Torino juga menggunakan:
- PID
- Dual thermoblock
- Portafilter 58mm
- Pressure 9 bar
Kombinasi tersebut membuat Torino menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk pengguna yang menginginkan coffee machine dan grinder dalam satu perangkat.
Kapan Setup Terintegrasi Menjadi Menarik?
Setup seperti ini bisa relevan jika kamu:
- Baru membangun coffee corner di rumah
- Tidak ingin membeli grinder secara terpisah
- Memiliki ruang terbatas
- Menginginkan setup yang lebih sederhana
- Ingin mengurangi jumlah perangkat di meja
Dengan grinder yang sudah terintegrasi, workflow dari biji kopi hingga espresso juga menjadi lebih ringkas.
SOLM Forte: Fokus pada Konfigurasi Dual Boiler
Berbeda dengan Torino, SOLM Forte menggunakan PID dual boiler dan rotary pump.
Dual boiler berarti sistem brewing dan steaming menggunakan boiler yang terpisah.
Konfigurasi seperti ini relevan bagi pengguna yang ingin lebih serius mengeksplorasi workflow espresso dan minuman berbasis susu.
SOLM Forte juga menggunakan portafilter 58mm dan pressure 9 bar.
Mengapa Dual Boiler Bisa Menjadi Pertimbangan?
Ketika membuat cappuccino atau latte, kamu tidak hanya membutuhkan proses ekstraksi espresso.
Kamu juga membutuhkan steam untuk menghasilkan tekstur susu.
Dengan konfigurasi dual boiler, kebutuhan brewing dan steaming ditangani oleh sistem yang terpisah. Hal ini membuat konfigurasi dual boiler menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan ketika kamu mulai sering membuat espresso sekaligus minuman berbasis susu.
Built-in Grinder vs Grinder Terpisah
Perbedaan paling mudah dilihat antara kedua mesin ini adalah keberadaan grinder.
SOLM Torino memiliki built-in grinder, sedangkan SOLM Forte tidak mengintegrasikan grinder ke dalam mesinnya.
Perbedaan ini sebenarnya cukup penting untuk home barista.
Dengan Torino, kamu bisa mendapatkan setup yang lebih terintegrasi.
Dengan Forte, kamu memiliki kebebasan untuk menggunakan grinder terpisah sesuai kebutuhan dan preferensi kamu.
Grinder terpisah juga memungkinkan kamu mengganti atau melakukan upgrade grinder tanpa harus mengganti coffee machine.
Jadi, perbedaannya bukan sekadar soal jumlah perangkat.
Ini lebih kepada seberapa terintegrasi atau seberapa modular setup espresso yang kamu inginkan.
Dual Thermoblock vs Dual Boiler
Ini adalah perbedaan teknis lain yang cukup signifikan.
SOLM Torino menggunakan dual thermoblock, sedangkan SOLM Forte menggunakan dual boiler.
Keduanya memiliki pendekatan berbeda dalam menyediakan panas untuk proses espresso dan steam.
Untuk pengguna rumahan, kamu tidak harus menentukan pilihan hanya berdasarkan istilah tersebut.
Pertanyaan yang lebih sederhana adalah:
“Seberapa jauh saya ingin mengeksplorasi espresso dan milk-based drinks?”
Kalau kamu menginginkan workflow yang lebih terintegrasi, Torino menawarkan kombinasi built-in grinder dan dual thermoblock.
Sementara itu, Forte menawarkan konfigurasi dual boiler dan rotary pump untuk pengguna yang ingin menggunakan setup yang lebih terpisah dan dapat dikembangkan.
Bagaimana dengan Portafilter 58mm?
Baik SOLM Forte maupun Torino menggunakan portafilter 58mm.
Bagi home barista, ukuran ini menjadi salah satu spesifikasi yang menarik untuk diperhatikan karena portafilter merupakan bagian utama dalam proses espresso.
Kamu juga bisa menjadikan ukuran portafilter sebagai salah satu pertimbangan ketika nantinya ingin mencari aksesori seperti:
- Tamper
- Dosing cup
- Basket
- Distributor
- WDT tool
Namun, jangan sampai ukuran portafilter menjadi satu-satunya faktor dalam menentukan coffee machine.
Workflow secara keseluruhan tetap lebih penting.
Mana yang Lebih Sesuai dengan Setup Kamu?
Daripada menentukan pilihan berdasarkan spesifikasi saja, coba lihat dari cara kamu ingin menggunakan coffee machine.
Jika kamu menginginkan setup yang lebih terintegrasi
SOLM Torino memiliki built-in grinder sehingga kamu bisa memiliki coffee machine dan grinder dalam satu perangkat.
Ini bisa menjadi opsi yang relevan untuk pengguna yang sedang membangun coffee corner dan ingin menjaga setup tetap sederhana.
Jika kamu menginginkan setup yang lebih modular
SOLM Forte tidak memiliki built-in grinder sehingga grinder dapat dipilih secara terpisah.
Pendekatan ini memberikan ruang untuk menentukan grinder sesuai kebutuhan kamu sekarang maupun ketika ingin melakukan upgrade di masa depan.
Jika kamu sering membuat minuman berbasis susu
Konfigurasi dual boiler pada SOLM Forte dapat menjadi salah satu faktor yang kamu pertimbangkan, terutama jika steaming susu menjadi bagian penting dari workflow kamu.
Jangan Lupakan Grinder
Kalau kamu memilih SOLM Forte, grinder menjadi bagian terpisah dari setup.
Ini bukan berarti sebuah kekurangan.
Justru grinder terpisah dapat memberikan fleksibilitas karena kamu dapat menentukan grinder berdasarkan kebutuhan dan kemudian melakukan upgrade tanpa harus mengganti coffee machine.
Bagi yang baru mulai belajar espresso, memahami hubungan antara grinder dan ekstraksi juga merupakan bagian penting dari proses belajar menjadi home barista.
Kalau kamu masih baru dengan espresso, kamu bisa membaca kembali artikel mesin espresso untuk pemula dan hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli sebagai referensi sebelum menentukan setup.
SOLM Forte dan Torino dalam Coffee Corner di Rumah
Pada akhirnya, perbedaan SOLM Forte dan SOLM Torino lebih banyak terletak pada pendekatan setup.
Torino menawarkan coffee machine dengan built-in grinder dan dual thermoblock, sedangkan Forte menggunakan PID dual boiler dan rotary pump dengan grinder terpisah. Keduanya sama-sama menggunakan portafilter 58mm dan pressure 9 bar.
Jadi, ketika membandingkan keduanya, kamu bisa mulai dari pertanyaan sederhana:
Apakah kamu ingin coffee corner yang lebih terintegrasi, atau setup yang lebih modular dan dapat dikembangkan?
Dari sana, perbedaan spesifikasi yang sebelumnya terlihat rumit akan menjadi jauh lebih mudah dipahami.
Kalau kamu ingin melihat pilihan coffee machine SOLM yang tersedia, kamu bisa mengecek koleksi SOLM di official store dan membandingkan konfigurasi masing-masing model sebelum menentukan setup untuk coffee corner di rumah.